Langsung ke konten utama

Administrasi Sistem Jaringan

Perintah Dasar Linux Debian 9 

Untuk dapat melakukan konfigurasi pada sistem operasi, dibutuhkan yang namanya perintah - perintah dasar agar sebuah sistem operasi dapat terkonfigurasi. Berikut beberapa perintah dasar yang wajib diketahui untuk para administrator jaringan untuk melakukan konfiurasi dasar pada sistem operasi Linux Debian 9 :

  • hostnameberfungsi untuk merubah nama host pada pc atau perangkat jaringan lainnya
  • help, berfungsi sebagai bantuin untuk menampilkan perintah-perintah apa saja yang bisa dilakukan sehingga ketika kita lupa kita bisa menggunakan perintah ini
  • exit, berfungsi untuk keluar dari super user ke user biasa
  • su (sudo), berfungsi untuk masuk ke root atau super user
  • mkdir, berfungsi untuk membuat folder baru. ls, berfungsi untuk melihat daftar file & folder yang ada pada direktori saat itu
  • cd, berfungsi untuk masuk ke dalam direktori atau folder. Misal, saya ingin masuk ke folder latihan, maka perintahnya "cd latihan"
  • rmdir, berfungsi untuk menghapus folder atau direktori. Misal, disini saya ingin menghapus folder atau direktori latihan, maka perintahnya "rmdir latihan". Setelah sudah coba tes dengan melakukan perintah ls dan masuk ke dalam direktori tersebut
  • touch, berfungsi untuk membuat file dengan ekstensi yang anda butuhkan. contoh saya ingin membuat file document/text, maka perintahnya "touch ikbal.ext"
  • pwd, berfungsi untuk melihat direktori kerja yang pada saat itu aktif 
  • cal, berfungsi untuk melihat kalender. Perintah ini hanya menampilkan bulan yang sedang berlangsung saat ini
  • date, untuk menampilkan detail waktu yaitu berupa hari, tanggal, bulan, tahun dan waktu saat ini
  • nano, berfungsi sebagai text editor yang tidak perlu membuka jendela baru. Dengan perintah ini kita bisa memasukkan isi text pada file ekstensi .txt atau file document lainnya
  • cat, berfungsi untuk menampilkan atau melihat isi text file
  • cp, berfungsi untuk mengcopy file
  • cp -r, berfungsi untuk mengcopy folder atau direktori
  • rm, berfungsi untuk menghapus file
  • mv, berfungsi untuk memindahkan file atau folder
  • find -name, berfungsi untuk mencari file atau folder terletak dimana atau ada dimana saja
  • passwd, berfungsi untuk membuat password baru
  • history, berfungsi untuk melihat perintah apa saja yang sudah dilakukan
  • poweroff, berfungsi untuk mematikan pc
  • top, berfungsi untuk melihat semua proses yang sedang berjalan, diurutkan dari proses yang paling besar
  • clear, berfungsi untuk membersihkan jendela terminal. Jadi isi jendela terminal akan kosong
  • free -h, berfungsi untuk melihat free memory
  • nano /etc/network/interfaces, berfungsi untuk memasukkan network atau ip address secara static
  • systemctl restart networking, berfungsi untuk melakukan restart system sehingga tidak perlu restart secara gui pada pc
  • nano /etc/resolv.conf, berfungsi untuk memasukkan alamat dns sehingga bisa diakses
  • ping, berfungsi untuk melakukan pengetesan koneksi antara pc dengan network lainnya atau alamat yang dituju
  • uptime, berfungsi untuk melihat jumlah waktu pemakaian komputer
  • adduser, berfungsi untuk menambahkan user baru pc
  • addgroup, berfungsi untuk membuat sebuah group dalam satu jaringan
  • dmesg, berfungsi untuk melihat hardware yang sedang beraktifitas
  • ps axu, berfungsi untuk melihat seluruh proses yang dijalankan
  • service --status-all, berfungsi untuk melihat semua service / program yang sedang bekerja
  • deluser, berfungsi untuk menghapus user pada pc35
  • lsusb, berfungsi untuk menampilkan informasi usb
  • lspci, berfungsi untuk melihat perangkat pci yang sedang terkoneksi ke komputer
  • reboot, berfungsi untuk melakukan restart atau reboot pada pc
  • df, berfungsi untuk menampilkan penggunaan ruang disk pada filesystem
  • vim, berfungsi untuk membuka text editor
  • wc, untuk menampilkan baris baru 
  • zip, untuk mengompres file yang ada
  • apt-cache search, mencari file yang terdapat pada pc 
  • apt-get install, untuk menginstall/memasang sebuah program pada pc
  • ifconfig, untuk melihat konfigurasi ip address 
  • halt, untuk memberitahu kernel untuk mematikan/shutdown sistem yang sedang berjalan 
  • tap, untuk mengekstrak dan menyimmpan file yang bersumber dari media hard disk
  • alias, untuk memberi nama lain dari suatu perintah 
  • unalias, lawan perintah dari alias 
  • bg, untuk memaksa proses yang sedang berjalan untuk berhenti sementara agar berjalan dalam background 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keamanan Jaringan Mengguanakan NMAP

Pengertian NMAP NMAP adalah singkatan dari Network Mapper yang merupakan sebuah tool atau alat yang bersifat open source. Alat ini hanya digunakan secara khusus untuk eksplorasi jaringan serta melakukan audit terhadap keamanan dari jaringan. Saat ini, NMAP dapat digunakan secara gratis pada semua platform seperti Microsoft Windows, Linux(Semua Distro), Mac OS X, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Sun Solaris, Amiga, HP-UX, dan banyak lainnya. Selain itu, tools ini juga hadir dengan berbagai macam fitur yang membuatnya semakin canggih. Fungsi NMAP Di bawah ini saya akan menjelaskan kepada kalian tentang beberapa fungsi yang dimiliki oleh NMAP, diantaranya:      1.  Melakukan scanning pada port jaringan NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target.NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target     2. Mendeteksi OS dan versi pada host Memeri...

DHCP Server w/ Ubuntu Server

 DHCP SERVER LINUX IN PNETLAB  Untuk membangun sebuah topologi jaringan DHCP Server di PNETLAB dibutuhkan beberapa perangkat diantaranya;  1 Perangkat Ubuntu Server  1 Perangkat Switch (bridge) 1 Perangkat Cloud (management_cloud) 2 Perangkat Client (VPC) Untuk dapat membuat topologi seperti gambar diatas, sebelumnya download perangkat Ubuntu server terlebih dahulu pada Menu Device  Buat lab baru, lalu tambahkan perangkat Ubuntu Server pada lab dengan menambahkan konfigurasi IP Address pada eth1 dan eth2, pastikan IP Address yang ditambahkan pada eth1, 1 network dengan IP Address yang ada pada perangkat fisik  Ubah Secondary Console Ubuntu Server menjadi SSH dan beri username root Selanjutnya, tambahkan perangkat Switch dengan type bridge  Tambahkan 2 VPC sebagai Client dari Ubuntu Server  Tambahkan juga perangkat Cloud dengan type Management(Cloud) sebagai internet  Jika semua perangkat sudah ditambahkan, selanjutnya sambungkan Ubuntu Server...

Menambahkan Layanan Samba (File Server) Pada Server Virtual Private Server (3/4)

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang membangun Web Hosting menggunakan Ubuntu 20.04, maka kali ini kita akan membahas cara membangun File Server dengan menggunakan layanan Samba pada Ubuntu 20.04.  Kegunaan dari file server ini adalah berbagai resources atau penyimpanan secara mudah. Tanpa harus repot – repot melakukan pengiriman data secara berkala atau berulang, seseorang dapat dengan mudah melihat file – file yang dibutuhkan dari server tersebut dengan akses izin lokal. Buat container baru pada server Proxmox, tentukan hostname dari server Samba yang akan dibuat dan juga masukkan password untuk login ke dalam server samba  Pada menu Template, pilih template yang akan kita gunakan sebagai OS dari server samba yang akan kita buat, disini saya menggunakan OS dari Ubuntu 20.04 Pada bagian Root Disk, tentukan besar penyimpanan yang akan kita gunakan untuk server samba, diakrenakan samba tidak terlalu membutuhkan banyak ruang maka kita bisa gunakan pilihan default  ...