Langsung ke konten utama

Keamanan Jaringan Mengguanakan NMAP

Pengertian NMAP

NMAP adalah singkatan dari Network Mapper yang merupakan sebuah tool atau alat yang bersifat open source. Alat ini hanya digunakan secara khusus untuk eksplorasi jaringan serta melakukan audit terhadap keamanan dari jaringan.

Saat ini, NMAP dapat digunakan secara gratis pada semua platform seperti Microsoft Windows, Linux(Semua Distro), Mac OS X, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Sun Solaris, Amiga, HP-UX, dan banyak lainnya. Selain itu, tools ini juga hadir dengan berbagai macam fitur yang membuatnya semakin canggih.

Fungsi NMAP

Di bawah ini saya akan menjelaskan kepada kalian tentang beberapa fungsi yang dimiliki oleh NMAP, diantaranya: 

    1. Melakukan scanning pada port jaringan

NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target.NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target

    2. Mendeteksi OS dan versi pada host

Memeriksa layanan jaringan pada perangkat jarak jauh untuk melihat dan mendeteksi versi dan sistem operasi dan karakteristik perangkat keras dari host

    3. Memeriksa jaringan 

Selain itu, NMAP juga dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan pengecekan pada jaringan. NMAP bisa digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap jaringan besar dalam waktu yang singkat. 

Cara Kerja NMAP

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, cara kerja dari NMAP adalah dengan mengirimkan paket menuju target dengan menggunakan IP raw yang memiliki cara kerja yang canggih sehingga bisa menentukan mana saja host yang aktif.

Dengan demikian, NMAP mampu melihat sistem operasi apa yang lengkap dengan versinya dan digunakan atau terinstall pada suatu perangkat.

Konfigurasi NMAP


  • Agar semua clietn mendapatkan internet dari router, maka aktifkan DHCP client pada router dan buat DHCP server pada router agar client mendapatkan IP secara DHCP 

  • Lakukan penambahan IP pada semua perangkat 
Server Debian = 192.168.100.253/24

Windows 10 = 192.168.100.13/24

Kali Linux Desktop = 192.168.100.252/24
  • Lakukan pembaruan pada sistem dari server debian dengan perintah apt update (pastikan bahwa server sudah mendapatkan internet)
  • Install paket kelengkapan jaringan yaitu apt install net-tools
  • Tambahkan ip firewall pada server debain, sebelum itu install paket dari firewall yaitu apt install iptables-persistent 
  • Masuk ke menu nano /etc/sysctl.conf lalu hilangkan tanda (#) pada baris net.ipv4.ip_forward=0
  • Tambahkan ip forward pada menu nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
  • Tambahkan ip firewall nat action masquerade pada server debian dengan perintah iptables -t nat- A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE
  • Install paket proftpd dan apache2 sebagai parameter dari pengecekkan port yang aktif pada server debian menggunakan NMAP
  • Sebelum melakukan pengecekkan pada port layanan yang aktif dari setiap host yang ada, untuk mengetahui host host yang aktif pada jaringan, gunakan perintah nmap -sP 192.168.100.1-254
  • selanjutnya untuk melakukan pengecekkan pada layanan dan pada port TCP dari host yang ada pada jaringan, gunakan perintah nmap 192.168.100.1 -sT

nmap 192.168.100.253 -sT

nmap 192.168.100.13 -sT
  • Selanjutnya lakukan pengecekkan pada pada layanan yang ada pada host disertai dengan FIN flag pada status scanningnya, gunakan perintah nmap 192.168.100.1 -sF

nmap 192.168.100.253 -sF

nmap 192.168.100.13 -sF
  • Selanjutnya lakukan pengecekkan pada host yang ada dengan menggunakan tipe TCP SYN scan atau dengan menggunakan perintah nmap 192.168.100.1 -sS

nmap 192.168.100.253 -sS

nmap 192.168.100.13 -sS


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DHCP Server w/ Ubuntu Server

 DHCP SERVER LINUX IN PNETLAB  Untuk membangun sebuah topologi jaringan DHCP Server di PNETLAB dibutuhkan beberapa perangkat diantaranya;  1 Perangkat Ubuntu Server  1 Perangkat Switch (bridge) 1 Perangkat Cloud (management_cloud) 2 Perangkat Client (VPC) Untuk dapat membuat topologi seperti gambar diatas, sebelumnya download perangkat Ubuntu server terlebih dahulu pada Menu Device  Buat lab baru, lalu tambahkan perangkat Ubuntu Server pada lab dengan menambahkan konfigurasi IP Address pada eth1 dan eth2, pastikan IP Address yang ditambahkan pada eth1, 1 network dengan IP Address yang ada pada perangkat fisik  Ubah Secondary Console Ubuntu Server menjadi SSH dan beri username root Selanjutnya, tambahkan perangkat Switch dengan type bridge  Tambahkan 2 VPC sebagai Client dari Ubuntu Server  Tambahkan juga perangkat Cloud dengan type Management(Cloud) sebagai internet  Jika semua perangkat sudah ditambahkan, selanjutnya sambungkan Ubuntu Server...

Menambahkan Layanan Samba (File Server) Pada Server Virtual Private Server (3/4)

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang membangun Web Hosting menggunakan Ubuntu 20.04, maka kali ini kita akan membahas cara membangun File Server dengan menggunakan layanan Samba pada Ubuntu 20.04.  Kegunaan dari file server ini adalah berbagai resources atau penyimpanan secara mudah. Tanpa harus repot – repot melakukan pengiriman data secara berkala atau berulang, seseorang dapat dengan mudah melihat file – file yang dibutuhkan dari server tersebut dengan akses izin lokal. Buat container baru pada server Proxmox, tentukan hostname dari server Samba yang akan dibuat dan juga masukkan password untuk login ke dalam server samba  Pada menu Template, pilih template yang akan kita gunakan sebagai OS dari server samba yang akan kita buat, disini saya menggunakan OS dari Ubuntu 20.04 Pada bagian Root Disk, tentukan besar penyimpanan yang akan kita gunakan untuk server samba, diakrenakan samba tidak terlalu membutuhkan banyak ruang maka kita bisa gunakan pilihan default  ...