Langsung ke konten utama

DHCP Server w/ Ubuntu Server

 DHCP SERVER LINUX IN PNETLAB 


Untuk membangun sebuah topologi jaringan DHCP Server di PNETLAB dibutuhkan beberapa perangkat diantaranya; 

  • 1 Perangkat Ubuntu Server 
  • 1 Perangkat Switch (bridge)
  • 1 Perangkat Cloud (management_cloud)
  • 2 Perangkat Client (VPC)

Untuk dapat membuat topologi seperti gambar diatas, sebelumnya download perangkat Ubuntu server terlebih dahulu pada Menu Device 


Buat lab baru, lalu tambahkan perangkat Ubuntu Server pada lab dengan menambahkan konfigurasi IP Address pada eth1 dan eth2, pastikan IP Address yang ditambahkan pada eth1, 1 network dengan IP Address yang ada pada perangkat fisik 



Ubah Secondary Console Ubuntu Server menjadi SSH dan beri username root



Selanjutnya, tambahkan perangkat Switch dengan type bridge 


Tambahkan 2 VPC sebagai Client dari Ubuntu Server 


Tambahkan juga perangkat Cloud dengan type Management(Cloud) sebagai internet 



Jika semua perangkat sudah ditambahkan, selanjutnya sambungkan Ubuntu Server dengan Cloud pada eth1 dan dengan Switch pada eth2 


Remote perangkat Ubuntu Server lalu cek IP Address pada setiap interface dan lakukan tes ke Internet, untuk memastikan bahwa perangkat Ubuntu Server sudah terkoneksi dengan internet 


Masukkan perintah apt/update untuk memperbatui versi dari data paket dan apt/install/ssh agar Ubuntu Server dapat di remote menggunakan SSH


Setelah selesai install, lakukan remote Ubuntu Server menggunakan SSH 


Login ke dalam Putty menggunakan user admin, untuk dapat login menggunakan user root, dibutuhkan konfigurasi pada Ubuntu Server 


Masukkan perintah nano /etc/ssh/sshd_config , copy PermitRootLogin dan ubah menjadi PermitRootLogin yes kemudian Ctrl+X untuk meyimpan lalu keluar 


Setelah konfigurasi jangan lupa untuk reboot dengan perintah /etc/init.d/ssh restart 


Untuk mendapatkan fitur DHCP Server pada perangkat Ubuntu Server dibutuhkan paket, untuk mendapatkan paket tersebut masukkan perintah apt/install/isc-dhcp-server-ldap lalu tunggu hingga instalasi selesai 


Agar DHCP Server yang dibuat tetap aman, lakukan backup pada file tempat menyimpan konfigurasi DHCP Server, sebelumnya masuk ke directory dari DHCP yaitu dengan perintah cd /etc/dhcp lalu untuk membackup masukkan perintah cp/dhcpd.conf/dhcpd.conf.backup 


Buat DHCP Server yang akan dibagikan pada perangkat Client yaitu dengan memasukkan perintah nano dhcpd.conf , IP Address yang digunakan sebagai DHCP Server adalah IP Address yang sudah ditambahkan pada Uubntu Server pada eth2 


Selanjutnya, arahkan DHCP Server yang ditambahkan ke eth2 dengan perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server pada menu INTERFACESv4 ubah menjadi INTERFACESv4"eth2"


Agar setiap konfigurasi yang dibuat dapat terbaca, restart directory nya dengan perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server/restart 

Cek status dari DHCP Server yang sudah dibuat dengan perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server/status pastikan bahwa status dari DHCP sudah running 


Lakukan request IP DHCP pada setiap perangkat VPC dengan memasukkan perintah ip/dhcp
  

Agar setiap perangkat Client dapat terkoneksi dengan internet, masukkan perintah nano /etc/sysctl.conf dan hilangkan pagar pada baris net.ipv4.ip_forward=1 


Masukkan perintah apt/install/iptables-persistent untuk menambahkan tool iptables aagar dapat menyimpan rule langsung ke sisi sistem 

Tambahkan nat dengan action masquerade untuk mentranslasikan IP Address private dengan IP Address public dengan memasukkan perintah iptables/-t/nat/-A/POSTROUTING/-o/eth1/-j/MASQUERADE



Jika sudah berhasil melakukan konfigurasi pada perangkat Ubuntu Server, lakukan request IP DHCP lalu tes koneksi internet pada perangkat Client 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keamanan Jaringan Mengguanakan NMAP

Pengertian NMAP NMAP adalah singkatan dari Network Mapper yang merupakan sebuah tool atau alat yang bersifat open source. Alat ini hanya digunakan secara khusus untuk eksplorasi jaringan serta melakukan audit terhadap keamanan dari jaringan. Saat ini, NMAP dapat digunakan secara gratis pada semua platform seperti Microsoft Windows, Linux(Semua Distro), Mac OS X, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Sun Solaris, Amiga, HP-UX, dan banyak lainnya. Selain itu, tools ini juga hadir dengan berbagai macam fitur yang membuatnya semakin canggih. Fungsi NMAP Di bawah ini saya akan menjelaskan kepada kalian tentang beberapa fungsi yang dimiliki oleh NMAP, diantaranya:      1.  Melakukan scanning pada port jaringan NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target.NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target     2. Mendeteksi OS dan versi pada host Memeri...

Menambahkan Layanan Samba (File Server) Pada Server Virtual Private Server (3/4)

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang membangun Web Hosting menggunakan Ubuntu 20.04, maka kali ini kita akan membahas cara membangun File Server dengan menggunakan layanan Samba pada Ubuntu 20.04.  Kegunaan dari file server ini adalah berbagai resources atau penyimpanan secara mudah. Tanpa harus repot – repot melakukan pengiriman data secara berkala atau berulang, seseorang dapat dengan mudah melihat file – file yang dibutuhkan dari server tersebut dengan akses izin lokal. Buat container baru pada server Proxmox, tentukan hostname dari server Samba yang akan dibuat dan juga masukkan password untuk login ke dalam server samba  Pada menu Template, pilih template yang akan kita gunakan sebagai OS dari server samba yang akan kita buat, disini saya menggunakan OS dari Ubuntu 20.04 Pada bagian Root Disk, tentukan besar penyimpanan yang akan kita gunakan untuk server samba, diakrenakan samba tidak terlalu membutuhkan banyak ruang maka kita bisa gunakan pilihan default  ...