Langsung ke konten utama

Menginstall Virtual Private Server dengan Proxmox (1/4)

Saat membuat website, beberapa dari kita mungkin akan dihadapkan dengan banyaknya pilihan paket hosting. Hal ini tentu membuat kita juga menjadi bingung harus memilih paket hosting yang mana. Apalagi setiap hosting memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda. Adapun salah satu pilihan paket hosting yang tersedia adalah Virtual Private Server atau VPS.

Pengertian Virtual Private Server 

VPS adalah server virtual yang berfungsi untuk menyimpan data dan file pada website. Biasanya VPS digunakan pada website yang membutuhkan sumber daya besar. Karena penggunanya tidak perlu berbagi sumber daya dengan website lain seperti halnya pada shared hosting.

VPS menerapkan teknologi virtualisasi. Anda seolah-olah sedang menggunakan suatu server fisik yang berdiri sendiri, tapi pada kenyataannya, Anda masih berbagai server fisik dengan orang lain. Dengan kata lain, setiap server fisik bisa memiliki beberapa VPS dan juga pada setiap server virtual, terdapat virtualisasi hardwarenya masing-masing. 

Fungsi/Kegunaan Virtual Private Server

Selain itu, virtual private server juga memiliki beberapa kegunaan, diantaranya: 

  • Web Hosting
Server VPS dapat menyediakan sumber daya yang cocok bagi situs website dengan traffic yang tinggi. Sumber daya yang dimaksud bisa dibilang pas. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil 
  • Game Server
Menggunakan VPS sebagai game server perlu memperhatikan beberapa aspek teknis. Misal, layanan VPS yang Anda pilih haruslah memiliki processor yang cepat, penyimpanan cukup, dan resource yang cukup memadai untuk menjalankan game
  • Layanan VPN
Membangun server layanan VPN di server VPS sendiri bisa jadi pilihan yang lebih aman. Sebab, Anda sendirilah yang mengelola dan menyimpan data.

Install Virtual Private Server

Untuk membangun server VPS, dibutuhkan topologi atau jika ingin menggunakan perangakat dapat mengikuti seperti gambar dibawah


  • Untuk menjalankan server Proxmox, disini saya menggunakan VMWare Workstation, dan yang perlu diatur pada VMWare adalah:
                ==> Jumlah processors 
                ==> Jumlah core per processors
                ==> Mengaktifkan Virtualization engine






  • Jika sudah diatur pada VMWarenya, maka langsung mulai dan pilih Install Proxmox VE


  • Pada bagian END USER ..., pilih I Agree


  • Tentukan harddisk yang ingin digunakan untuk menyimpan data server Proxmox


  • Pilih lokasi dan zona waktu dari server Proxmox yang ingin diinstall



  • Buat password untuk login server Proxmox dan daftarkan email 



  • Pada bagian Management Network Configuration, tentukan alamat IP yang akan digunakan oleh server Proxmox, penentuan alamat IP bisa disesuaikan dengan mode interface yang digunakan



  • Lalu pada bagian Summary, pastikan konfigurasi sebelumnya sudah sesuai dengan yang diinginkan, dan jika sudah maka server Proxmox akan reboot secara otomatis



  • Jika sudah reboot, maka akan tampil domain yang bisa digunakan untuk login server Proxmox diweb 



  • Pada bagian dashboard login, login dengan menggunakan
            ==> Username : root
            ==> Password : (yang dibuat pada saat diawal install)



  • Untuk dapat menggunakan router CHR mikrotik, maka download CHR mikrotik pada bagian menu shell pada vps, untuk downloadnya yaitu dengan perintah wget https://download.mikrotik.com/routeros/6.47.1/chr-6.47.1.img.zip



  • Setelah donwload apket CHR mikrotik, lalu update sistem dengan perintah apt-get update


  • Untuk dapat mengekstrak file downloader dari CHR mikrotik, maka install paket unzip

  • Jika sudah berhasil di unzip, maka selanjutnya hapus file chr.6.47.1.img.zip

  • Tambahkan file size dari file chr.6.47.1.img sebesar 10GB, dengan perintah qemu-img resize chr-6.47.1.img +10G



  • Setelah mengubah ukuran file dari file CHR, selanjutnya tambahkan VM baru pada server Proxmox untuk menjalankan CHR mikrotik

  • Pada bagian OS pilih Do not use any media dan versi 5.x - 2.6 kernel



  • Pada menu System, SCSI Controller, pilih VirtlO SCSI



  • Pada bagian Hard Disk, ubah ukuran disk menjadi 1 GB



  • Pada bagian CPU, pilih core 2 (menyesuaikan dengan pengaturan pada VMWare dan kemampuan PC/Laptop) 



  • Pada bagian Memory, sesuaikan dengan memory server Proxmox yang diinstall


  • Selanjutnya dibagian Network, tentukan Bridge dan Modelnya



  • Terakhir, konfirmasi bahwa konfigurasi yang sudah dilakukan sudah benar, lalu pilih Finish 



  • Import file CHR ke local-lvm dengan perintah, qm importdisk 100 chr-6.47.1.img local-lvm



  • Selanjutnyya pada perangkat VM yang baru diambahkan, pada menu unused disk pilih Add



  • Lalu detach Hard Disk 1, karena kia akan menggunakan Hard Disk 0 


  • Pada menu Options, tentukan Boot Order pastikan local-lvm berada di nomor 1, artinya yang kita gunakan untuk booting yaitu disk local-lvm



  • Pada menu Hardware, tentukan network yang akan digunakan untuk VM CHR 



  • Jika uignin menambahkan network adapter untuk VM CHR, maka pilih Add 



  • Jika semua konfigurasi sudah dilakukan pada VM CHR, maka bisa langsung dinyalakan dengan memilih Start pada pojok kanan atas



  • Pada menu login, login menggunakan akun default mikrotik yaitu 
            ==> username : admin
            ==> password : (kosong)



  • Tambahkan alamat IP pada perangkat CHR sesuai dengan interfacenya masing masing dan juga tambahkan default route dan DNS static 8.8.8.8



  • Lakukan ping terhadap gateway dari alamat IP yang sudah ditambahkan dan ping 8.8.8.8



  • Lakukan tes ping juga di menu Shell VPS terhadap IP yang baru ditambahkan



Kunjungi Link berikut untuk mempelajari cara membangun jaringan server VPS menggunakan OpenVZ : Membangun server VPS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keamanan Jaringan Mengguanakan NMAP

Pengertian NMAP NMAP adalah singkatan dari Network Mapper yang merupakan sebuah tool atau alat yang bersifat open source. Alat ini hanya digunakan secara khusus untuk eksplorasi jaringan serta melakukan audit terhadap keamanan dari jaringan. Saat ini, NMAP dapat digunakan secara gratis pada semua platform seperti Microsoft Windows, Linux(Semua Distro), Mac OS X, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Sun Solaris, Amiga, HP-UX, dan banyak lainnya. Selain itu, tools ini juga hadir dengan berbagai macam fitur yang membuatnya semakin canggih. Fungsi NMAP Di bawah ini saya akan menjelaskan kepada kalian tentang beberapa fungsi yang dimiliki oleh NMAP, diantaranya:      1.  Melakukan scanning pada port jaringan NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target.NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target     2. Mendeteksi OS dan versi pada host Memeri...

Administrasi Sistem Jaringan

Perintah Dasar Linux Debian 9  Untuk dapat melakukan konfigurasi pada sistem operasi, dibutuhkan yang namanya perintah - perintah dasar agar sebuah sistem operasi dapat terkonfigurasi. Berikut beberapa perintah dasar yang wajib diketahui untuk para administrator jaringan untuk melakukan konfiurasi dasar pada sistem operasi Linux Debian 9 : hostname ,  berfungsi untuk merubah nama host pada pc atau perangkat jaringan lainnya help , berfungsi sebagai bantuin untuk menampilkan perintah-perintah apa saja yang bisa dilakukan sehingga ketika kita lupa kita bisa menggunakan perintah ini exit , berfungsi untuk keluar dari super user ke user biasa su (sudo), berfungsi untuk masuk ke root atau super user mkdir , berfungsi untuk membuat folder baru. ls, berfungsi untuk melihat daftar file & folder yang ada pada direktori saat itu cd , berfungsi untuk masuk ke dalam direktori atau folder. Misal, saya ingin masuk ke folder latihan, maka perintahnya " cd latihan" rmdir , berfungsi un...

Domain Name Server (DNS Server)

BIND9  atau Berkeley Internet Name Domain Versi 9 adalah salah satu software yang biasa digunakan untuk membuat, membangun dan mengatur sebuah DNS (Domain Name Server) pada sistem operasi Linux Berikut, cara mengkonfigurasi DNS menggunakan sistem bind9:  1.    Install file sistem DNS, apt install bind9 2.    Masuk ke directory cd/etc/bind/ 3.    Masuk ke menu config nano.conf.local , masukkan domain dan IP Gateway pada eth1  4.    Masuk ke nano named.conf.options , ubah forwardes menjadi IP Gateway eth1  5.    Copy file db.local = ridwan dan db.127 = 232 6.    Masuk ke nano ridwan , masukkan IP eth1 dan domain name pada baris yang dikotak 7.    Masuk ke nano 232 , masukkan domain name dan ubah TTL menjadi 232 8.    Masuk ke nano /etc/resolv.conf tambahkan search dan masukkan domain serta IP eth1 9.    Lakukan install dnsutils, apt intall dnsutils 10.    Masukkan per...