Langsung ke konten utama

Menambahkan Layanan Samba (File Server) Pada Server Virtual Private Server (3/4)

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang membangun Web Hosting menggunakan Ubuntu 20.04, maka kali ini kita akan membahas cara membangun File Server dengan menggunakan layanan Samba pada Ubuntu 20.04. 

Kegunaan dari file server ini adalah berbagai resources atau penyimpanan secara mudah. Tanpa harus repot – repot melakukan pengiriman data secara berkala atau berulang, seseorang dapat dengan mudah melihat file – file yang dibutuhkan dari server tersebut dengan akses izin lokal.



  • Buat container baru pada server Proxmox, tentukan hostname dari server Samba yang akan dibuat dan juga masukkan password untuk login ke dalam server samba 


  • Pada menu Template, pilih template yang akan kita gunakan sebagai OS dari server samba yang akan kita buat, disini saya menggunakan OS dari Ubuntu 20.04

  • Pada bagian Root Disk, tentukan besar penyimpanan yang akan kita gunakan untuk server samba, diakrenakan samba tidak terlalu membutuhkan banyak ruang maka kita bisa gunakan pilihan default 

  • Untuk CPU, tentukan banyak Core untuk server samba yang akan kita buat, disesuaikan dengan jumlah Core yang kita buat pada mesin VMWare  

  • Pada bagian Memory, tentukan besar memory yang nantinya akan kita gunakan untuk server samba 

  • Tentukan IP Address yang akan kita gunakan untuk server samba, disini sesuai dengan topologi diawal, IP Address yang akan kita gunakan adalah 192.168.43.50/24, pastikan bahwa IP Address yang kita daftarkan untuk server samba merupakan IP Address yang masih satu jaringan dengan IP Address perangkat fisik, agar server samba dapat terkoneksi ke jaringan internet 

  • Pada bagian DNS, masukkan nama domain dari server samba yang akan kita buat dan msaukkan DNS server dengan DNS milik google yaitu 8.8.8.8

  • Konfirmasi konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya, pastikan bahwa apa yang kita konfigurasi sudah sesuai dan benar, maka jika sudah benar pilih Finish 

  • Kemudian untuk melakukan console terhadap server samba yang sudah kita tambahkan, nyalakan terlebih dahulu servernya kemudian pilih Console

  • Setelah berhasil melakukan remote terhadap server, pastikan bahwa server samba yang sudah dibuat dapat terkoneksi dengan jaringan internet dengan melakukan ping ke google.com dan ping ke 8.8.8.8

  • Untuk mendapatkan pembaruan dari sistem server yang sudah dibuat, masukkan perintah apt-get update untuk memperbarui sistemnya 

  • Lakukan install terhadap paket dari layanan samba yang akan kita konfigurasi file server, dengan memasukkan perintah apt install samba -y 

  • Setelah proses install paket layanan samba selesai, maka buat folder baru yang nantinya akan kita gunakan sebagai path sekaligus folder yang akan kita share nantinya pada konfigurasi samba

  • Masuk ke direktori cd /etc/samba lalu masuk ke menu konfgurasi dari layanan samba yaitu nano smb.conf kemudian scroll hingga ke paling bawah dan tambahkan script sebagai berikut: 
            [sambasaya]   ====> nama untuk samba yang akan kita buat 
                comment = File Sambasaya  ====> sebagai label untuk samba
                path = /home/sambasaya  ====> path yang akan di share pada layanan samba yang dibuat 
                browseable = yes  ====> dapat di search pada client 
                read only = no  ====> tidak hanya untuk dilihat saja tetapi bisa menambahkan file baru
                guest ok = no  ====> masuk dengan mode tamu 
                public = no  ====>  dapat diakses pada jaringan public 
                writeable = yes  ====> dapat mengubah dan menambahkan isi dari layanan samba 


  • Setelah menambahkan script seperti perintah diatas, maka selanjutnya tambahkan password untuk login ke dalam layanan samba yang sudah kita buat, sebelumnya disini saya menggunakan user root untuk login ke dalam layanan samba maka masukkan perintah smbpasswd -a root lalu tentukan passwordnya 

  • Setelah semua konfigurasi sudah diterapkan pada server samba, untuk menjalankan konfigurasinya maka lakukan restart pada layanan samba yang sudah kita buat dengan perintah systemctl restart smbd.service dan jika ingin melihat status dari layanan sambanya masukkan perintah systemctl status smbd.service

  • Selanjutnya untuk pengujian, pada perangkat client windows masuk ke bagian Windows Run kemudian masukkan IP Address dari server samba yang sudah kita konfigurasikan dengan ketentuan seperti gambar dibawah 

  • Setelah itu maka akan tampil folder yang sudah kita buat atau path yang kita share 

  • Untuk dapat mengakses folder tersebut dibuthkan login terlebih dahulu, dikarenakan kita sudah mengongiurasikan dengan user root maka login menggunakan user root dan password yang sudah kita tentukan sebelumnya 

  • Jika sudah berhasil login ke dalam layanan dari samba server maka, lakukan pengujian apakah jika kita membuat file baru akan terbaca pada server samba, buat file baru dengan fomat txt

  • Sebelum melakukan cek pada file yang sudah dibuat, install paket dari smbclient untuk menghungkan antara samba server dengan samba client, masukkan oerintah apt install smbclient

  • Login ke dalam layanan samba pada server, dengan memasukkan perintah sebagai berikut smbclient -U root //192.168.43.50/sambasaya, jika sudah berhasil masuk ke dalam layanan dari samba server maka dapat dilihat bahwa file yang kita buat pada samba client Windows sudah berhasil tersampaikan pada samba server Ubuntu 

  • Lalu untuk pengujian selanjutnya yaitu sebaliknya dimana kita akan membuat file baru pada samba server dan lihat pada samba client Windows apakah file yang kita buat pada samba server terbaca, buat file pada direktori cd /home/sambasaya lalu masukkan perintah touch untuk membuat file 

  • Dan jika kita lakukan pencekkan pada samba client Windows, file yang dibuat pada server samba sudah berhasil terbaca pada samba client Windows, hal itu menandakan bahwa konfgurasi dari file server samba sudah berhasil 

Untuk menginstall Proxmox, kunjungi link berikut:

Cara install Proxmox untuk membangun VPS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keamanan Jaringan Mengguanakan NMAP

Pengertian NMAP NMAP adalah singkatan dari Network Mapper yang merupakan sebuah tool atau alat yang bersifat open source. Alat ini hanya digunakan secara khusus untuk eksplorasi jaringan serta melakukan audit terhadap keamanan dari jaringan. Saat ini, NMAP dapat digunakan secara gratis pada semua platform seperti Microsoft Windows, Linux(Semua Distro), Mac OS X, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Sun Solaris, Amiga, HP-UX, dan banyak lainnya. Selain itu, tools ini juga hadir dengan berbagai macam fitur yang membuatnya semakin canggih. Fungsi NMAP Di bawah ini saya akan menjelaskan kepada kalian tentang beberapa fungsi yang dimiliki oleh NMAP, diantaranya:      1.  Melakukan scanning pada port jaringan NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target.NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target     2. Mendeteksi OS dan versi pada host Memeri...

Administrasi Sistem Jaringan

Perintah Dasar Linux Debian 9  Untuk dapat melakukan konfigurasi pada sistem operasi, dibutuhkan yang namanya perintah - perintah dasar agar sebuah sistem operasi dapat terkonfigurasi. Berikut beberapa perintah dasar yang wajib diketahui untuk para administrator jaringan untuk melakukan konfiurasi dasar pada sistem operasi Linux Debian 9 : hostname ,  berfungsi untuk merubah nama host pada pc atau perangkat jaringan lainnya help , berfungsi sebagai bantuin untuk menampilkan perintah-perintah apa saja yang bisa dilakukan sehingga ketika kita lupa kita bisa menggunakan perintah ini exit , berfungsi untuk keluar dari super user ke user biasa su (sudo), berfungsi untuk masuk ke root atau super user mkdir , berfungsi untuk membuat folder baru. ls, berfungsi untuk melihat daftar file & folder yang ada pada direktori saat itu cd , berfungsi untuk masuk ke dalam direktori atau folder. Misal, saya ingin masuk ke folder latihan, maka perintahnya " cd latihan" rmdir , berfungsi un...

Domain Name Server (DNS Server)

BIND9  atau Berkeley Internet Name Domain Versi 9 adalah salah satu software yang biasa digunakan untuk membuat, membangun dan mengatur sebuah DNS (Domain Name Server) pada sistem operasi Linux Berikut, cara mengkonfigurasi DNS menggunakan sistem bind9:  1.    Install file sistem DNS, apt install bind9 2.    Masuk ke directory cd/etc/bind/ 3.    Masuk ke menu config nano.conf.local , masukkan domain dan IP Gateway pada eth1  4.    Masuk ke nano named.conf.options , ubah forwardes menjadi IP Gateway eth1  5.    Copy file db.local = ridwan dan db.127 = 232 6.    Masuk ke nano ridwan , masukkan IP eth1 dan domain name pada baris yang dikotak 7.    Masuk ke nano 232 , masukkan domain name dan ubah TTL menjadi 232 8.    Masuk ke nano /etc/resolv.conf tambahkan search dan masukkan domain serta IP eth1 9.    Lakukan install dnsutils, apt intall dnsutils 10.    Masukkan per...