Langsung ke konten utama

Mail Server in Debian

     Mail Server adalah sebuah aplikasi/alat yang digunakan untuk mendistribusikan suatu data/pesan masuk ataupun keluar yang dikirimkan oleh pengirim dan dapat diterima oleh penerima email secara cepat dan tanpa kendala. 

    Adapun tujuan dibuatnya mail server antara lain untuk dapat sebuah jaringan transportasi data/pesan agar lebih cepat dan aman. Tentunya hal tersebut akan sangan dibutuhkan bagi para pengguna, agar tidak terjadi suatu kasus kebocoran data. 

Berikut cara untuk mengkonfigurasikan Mail Server pada Debian

1.    Login ke dalam Debian, lalu masuk ke user root, masuk ke nano /etc/network/interfaces, ubah IP Address pada interface ens33 disesuaikan dengan IP Address perangkat fisik dan pastikan bahwa network adapter dari server debian adalah Bridge


2.    Masuk ke cd /etc/bind, konfigurasikan domain name untuk mail server pada nano ridwan (db.local), 10 dapat diartikan yaitu sebagai port dari service mail 



3.    Tambahkan domain name dari mail server pada nano 100 (db.127)



4.    Seperti halnya DNS Server, konfigurasikan juga nano named.conf.local untuk lokasi penyimpanan file konfigurasi



5.    Tidak lupa untuk memasukkan IP Address server debian pada nano named.conf.options



6.    Masukkan nama domain dan domain dari mail server dan juga IP Address dan DNS google pada menu nano /etc/resolv.conf



7.    Lakukan restart pada service bind9 untuk mendapatkan pembaruan dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart dan lakukan tes dig pada domain mail server 



8.    Lakukan tes ping terhadap domain mail server dan pastikan bahwa reply from terisi dengan IP Address server debian



9.    Masuk pada menu nano /etc/apt/source.list nonaktifkan repositori debian dengan memberi tanda pagar pada 3 baris yang berada pada kotak merah dibawah




10.    Buka web browser untuk menambahkan reposiroti baru pada nano /etc/apt/source.list dengan repositori kartolo



11.    Setelah menambahkan reposiroti kartolo, lakukan update dengan perintah apt update



12.    Selanjutnya, lakukan install pada paket postfix dan dovecot dengan perintah apt install postfix dovecot-pop3d dovecot-imapd, kemudian pilih y


13.    Untuk dapat masuk ke dalam menu konfigurasi postfix, tekan Enter ketika sudah selsai install paket postfix hingga tampil menu konfigurasi postfix, jika sudah pilih Internet Site




14.    Pada kolom system mail name, isi dengan domain dari mail server yang sudah dibuat, lalu pilih yes  



15.    Jika proses konfigurasi pada postfix sudah selsai, masuk ke cd /etc/postfix lalu konfigurasikan nano main.cf



16.    Pastikan isi paket main.cf sudah sesuai dengan gambar berikut



17.    Tambahkan user baru untuk pengujian server mail yang sudah dibuat, mail1 dan mail2




18.    Untuk pengujiannya yaitu, pengiriman pesan dari mail1 menuju mail2 

  • mail from = user pengirim 
  • rcpt to = user penerima / yang dituju
  • data = isi dari pesan yang akan disampaikan
  • quit = keluar



19.    Untuk melakukan pengecekkan terhadap pesan yang sudah dikirimkan

  • user mail2 = user penerima pesan
  • pass 2 = password user penerima
  • retr 1 = perintah untuk melihat pesan pertama
  • delivered to = penerima pesan ditujukan untuk siapa
  • from = pengirim pesan 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keamanan Jaringan Mengguanakan NMAP

Pengertian NMAP NMAP adalah singkatan dari Network Mapper yang merupakan sebuah tool atau alat yang bersifat open source. Alat ini hanya digunakan secara khusus untuk eksplorasi jaringan serta melakukan audit terhadap keamanan dari jaringan. Saat ini, NMAP dapat digunakan secara gratis pada semua platform seperti Microsoft Windows, Linux(Semua Distro), Mac OS X, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Sun Solaris, Amiga, HP-UX, dan banyak lainnya. Selain itu, tools ini juga hadir dengan berbagai macam fitur yang membuatnya semakin canggih. Fungsi NMAP Di bawah ini saya akan menjelaskan kepada kalian tentang beberapa fungsi yang dimiliki oleh NMAP, diantaranya:      1.  Melakukan scanning pada port jaringan NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target.NMAP berfungsi untuk  melakukan scanning dan melihat port yang terbuka secara terperinci pada host target     2. Mendeteksi OS dan versi pada host Memeri...

DHCP Server w/ Ubuntu Server

 DHCP SERVER LINUX IN PNETLAB  Untuk membangun sebuah topologi jaringan DHCP Server di PNETLAB dibutuhkan beberapa perangkat diantaranya;  1 Perangkat Ubuntu Server  1 Perangkat Switch (bridge) 1 Perangkat Cloud (management_cloud) 2 Perangkat Client (VPC) Untuk dapat membuat topologi seperti gambar diatas, sebelumnya download perangkat Ubuntu server terlebih dahulu pada Menu Device  Buat lab baru, lalu tambahkan perangkat Ubuntu Server pada lab dengan menambahkan konfigurasi IP Address pada eth1 dan eth2, pastikan IP Address yang ditambahkan pada eth1, 1 network dengan IP Address yang ada pada perangkat fisik  Ubah Secondary Console Ubuntu Server menjadi SSH dan beri username root Selanjutnya, tambahkan perangkat Switch dengan type bridge  Tambahkan 2 VPC sebagai Client dari Ubuntu Server  Tambahkan juga perangkat Cloud dengan type Management(Cloud) sebagai internet  Jika semua perangkat sudah ditambahkan, selanjutnya sambungkan Ubuntu Server...

Menambahkan Layanan Samba (File Server) Pada Server Virtual Private Server (3/4)

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang membangun Web Hosting menggunakan Ubuntu 20.04, maka kali ini kita akan membahas cara membangun File Server dengan menggunakan layanan Samba pada Ubuntu 20.04.  Kegunaan dari file server ini adalah berbagai resources atau penyimpanan secara mudah. Tanpa harus repot – repot melakukan pengiriman data secara berkala atau berulang, seseorang dapat dengan mudah melihat file – file yang dibutuhkan dari server tersebut dengan akses izin lokal. Buat container baru pada server Proxmox, tentukan hostname dari server Samba yang akan dibuat dan juga masukkan password untuk login ke dalam server samba  Pada menu Template, pilih template yang akan kita gunakan sebagai OS dari server samba yang akan kita buat, disini saya menggunakan OS dari Ubuntu 20.04 Pada bagian Root Disk, tentukan besar penyimpanan yang akan kita gunakan untuk server samba, diakrenakan samba tidak terlalu membutuhkan banyak ruang maka kita bisa gunakan pilihan default  ...